<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Kajian Psikologi</title>
	<atom:link href="http://psikologi.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://psikologi.or.id</link>
	<description>Makalah dan Artikel Psikologi Teoretik</description>
	<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 09:57:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pengertian (Definisi) Gangguan Jiwa</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/pengertian-definisi-gangguan-jiwa.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/pengertian-definisi-gangguan-jiwa.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 09:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>

		<category><![CDATA[gangguan jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[mental disorder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Gangguan jiwa adalah suatu ketidakberesan kesehatan dengan manifestasi-manifestasi psikologis atau perilaku terkait dengan penderitaan yang nyata dan kinerja yang buruk, dan disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, psikologis, genetik, fisis, atau kimiawi.
Gangguan jiwa mewakili suatu keadaan tidak beres yang berhakikatkan penyimpangan dari suatu konsep normatif. Setiap jenis ketidakberesan kesehatan itu memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas.
Setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gangguan jiwa adalah suatu ketidakberesan kesehatan dengan manifestasi-manifestasi psikologis atau perilaku terkait dengan penderitaan yang nyata dan kinerja yang buruk, dan disebabkan oleh gangguan biologis, sosial, psikologis, genetik, fisis, atau kimiawi.<br />
Gangguan jiwa mewakili suatu keadaan tidak beres yang berhakikatkan penyimpangan dari suatu konsep normatif. Setiap jenis ketidakberesan kesehatan itu memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas.<br />
Setiap gangguan jiwa dinamai dengan istilah yang tercantum dalam PPDGJ-IV (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi IV) atau DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th edition with text revision). Kendati demikian, terdapat pula beberapa istilah yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan gangguan jiwa :</p>
<p>Selengkapnya klik disini <a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2012/01/pengertian-gangguan-jiwa1.pdf">Pengertian Gangguan Jiwa</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/pengertian-definisi-gangguan-jiwa.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sumbangan Psikologi Klinis Dalam Assesment Gangguan Psikologis Korban Bencana Alam</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-klinis/sumbangan-psikologi-klinis-dalam-assesment-gangguan-psikologis-korban-bencana-alam.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-klinis/sumbangan-psikologi-klinis-dalam-assesment-gangguan-psikologis-korban-bencana-alam.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 04:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Psikologi Klinis]]></category>

		<category><![CDATA[assesment]]></category>

		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>

		<category><![CDATA[depresi]]></category>

		<category><![CDATA[emosi]]></category>

		<category><![CDATA[kecemasan]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[ 
Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi bencana alam, misalnya saja gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh dan Nias; bencana banjir bandang dan longsor di Jember; gempa bumi di Yogyakarta, dll. Bencana alam seperti ini akan mengakibatkan korban merasa kehilangan, kedukaan, goncangan, tekanan psikologis (stress) dan trauma. Ada dua macam gangguan psikologis yang dialami korban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi bencana alam, misalnya saja gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh dan Nias; bencana banjir bandang dan longsor di Jember; gempa bumi di Yogyakarta, dll. Bencana alam seperti ini akan mengakibatkan korban merasa kehilangan, kedukaan, goncangan, tekanan psikologis (stress) dan trauma. Ada dua macam gangguan psikologis yang dialami korban bencana alam yaitu gangguan ringan dan gangguan berat. <strong>Gangguan ringan</strong> meliputi: <em>1.)</em> <em>Gangguan Emotif</em> (terkejut, ketakutan, sering merasa cemas, marah, menyesal, merasa bersalah, mendapat cobaan, malu, berdosa, terhukum, diperlakukan tidak adil, merasa tanpa harapan (hopeless), tanpa arti, hampa, sendirian, kesepian, terasing, kehilangan minat, tak berdaya atau kehilangan rasa gembira dan cinta kasih, depresi); <em>2.)</em> <em>Gangguan kognitif</em> (bingung, tanpa arah, tak mampu mengambil keputusan, kuatir, tak bisa konsentrasi, kehilangan ingatan, mengutuk diri sendiri, menghindari hal-hal yang dapat mengingatkannya pada peristiwa traumatik itu); <em>3.)</em> <em>Gangguan somatik</em> (denyut jantung lebih cepat, tegang, badan mudah lelah, gemetaran, duduk tidak tenang, hiperaktif atau sebaliknya diam kaku, insomnia, lidah kaku, jantung berdebar lebih cepat, nafsu makan tidak ada, nafsu seks menurun, dada sesak, sulit tidur atau sebaliknya ingin tidur terus, mengigau, nafas pendek, dan tekanan darah naik atau turun, menderita kelelahan fisik karena kelainan psikologis); <em>4.) Gangguan hubungan antarpribadi </em>(mudah curiga, saling mempersalahkan, menyalahkan pihak lain, merasa tidak dapat menolong orang lain, mudah membenci, mudah marah, konflik, menarik diri, mengurung diri, mudah tersinggung, tidak dapat akrab atau intim dengan orang lain, merasa ditolak). <span id="more-156"></span></p>
<p><strong>Gangguan berat</strong> meliputi:<em> 1.) Disosiasi</em> untuk sementara kehilangan kesadaran (depersonalisasi: tentang diri sendiri; derealisasi tentang lingkungan; fuga: pindah tempat (jalan/ terbang/ naik bis/ KA/ mobil/ dllnya) tanpa kesadaran tahu-tahu sudah sampai di daerah lain dan tak bisa menceritakan kembali caranya, amnesia, berbicara kacau, berbicara sendiri dan sudah tidak merasa malu lagi); <em>2.) mimpi buruk </em>(mimpi di siang bolong ketika dia sadar); <em>3.) mati rasa</em> (kosong, tidak bisa merasakan apa-apa); <em>4.) menjadi ketagihan merokok</em>; <em>5.) mencuri</em> untuk mengekpresikan kemarahannya; <em>6.) meledak-ledak</em> (serangan panik, mudah marah, mudah tersinggung, tak bisa tenang); <em>7.) kecemasan berat</em> (kecemasan yang sangat mengganggu, obsesif, kompulsif, merasa sendirian sama sekali); <em>8.) depresi berat</em> (merasa tak berguna, tak ada harapan sama sekali, tak ada gunanya, tak ada artinya, semua menyedihkan); <em>9.) tindakan bunuh diri</em>.</p>
<p>Selengkapnya baca file PDF: <a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2011/07/sumbangan-psikologi-klinis-terhadap-bencana.pdf">sumbangan-psikologi-klinis-terhadap-bencana</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-klinis/sumbangan-psikologi-klinis-dalam-assesment-gangguan-psikologis-korban-bencana-alam.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kekerasan Terhadap Anak</title>
		<link>http://psikologi.or.id/makalah/kekerasan-terhadap-anak.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/makalah/kekerasan-terhadap-anak.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 03:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Makalah]]></category>

		<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<category><![CDATA[Perlindungan]]></category>

		<category><![CDATA[UUD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[ 
Jika ada ungkapan bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga tentunya ungkapan tersebut bukanlah ungkapan yang tanpa makna. Pada waktu dilahirkan anak memberikan kepercayaan sepenuhnya pada kedua orang tua untuk mengasuh dirinya. Anak tidak pernah berprasangka bahwa orang tua merekalah yang akan menghancurkan hidup mereka. Demikian juga harapan setiap anak terhadap orang dewasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Jika ada ungkapan bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga tentunya ungkapan tersebut bukanlah ungkapan yang tanpa makna. Pada waktu dilahirkan anak memberikan kepercayaan sepenuhnya pada kedua orang tua untuk mengasuh dirinya. Anak tidak pernah berprasangka bahwa orang tua merekalah yang akan menghancurkan hidup mereka. Demikian juga harapan setiap anak terhadap orang dewasa lain disekitarnya. Mereka percaya 100% bahwa tidak ada seorang pun yang akan menyakiti dirinya. Alam menitipkan si mungil pada orang dewasa karena tidak seperti kebanyakan binatang manusia membutuhkan waktu yang lama untuk mandiri.</p>
<p>Namun jika kita menilik pemberitaan di berbagai media setiap harinya, hampir tak luput dari pemberitaan adanya kekerasan terhadap anak. Bukan lagi dikarenakan konteks wilayah antara kota dan desa lagi, tapi hampir merata terjadi di seluruh area.</p>
<p>Dengan fakta bahwa (almarhum) Dede,harus mati karena dibunuh oleh ayah tirinya, Anggi (6 tahun) telah memperoleh kekerasan dari ibunya. Lintang dan (Almarhumah) Indah yang menjadi korban ibunya.Ismi yang telah menjadi korban dari ibu Suri tempat ia tinggal. Riska Rosdiana(7 tahun) yang dicekik oleh ibu tirinya dan diperkosa oleh adik ibu tirinya. Tia yang telah menjadi korban setrika dari ayahnya karena dituduh mencuri hingga Nia Siahaan (2 Tahun) di Manado mendapatkan luka fisik dari ayah tirinya.<span id="more-153"></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]-->Mereka-anak-anak korban kekerasan tersebut&#8211;bukan saja menderita secara fisik tapi juga psikis.Rasa ketakutan yang terus membayangi adalah dampak dari kekerasan yang mereka terima. Mungkin jika itu sebatas kekerasan fisik masih dapat disembuhkan seiring waktu, namun jika itu masalah psikis maka trauma yang ditimbulkannya tak akan bias dihilangkan seumur hidup.</p>
<p>Secara yuridis formal, pemerintah telah memiliki Undang-Undang (UU)</p>
<p>No 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak, UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak,</p>
<p>UU No 3/1997 tentang Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No 36/1990 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Anak. Meski demikian, realitas kesejahteraan anak masih jauh dari harapan. persoalan kekerasan terhadap anak, baik yang dipekerjakan di sektor pekerjaan terburuk, diperdagangkan, maupun korban eksploitasi seksual.</p>
<p><a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2011/07/kekerasan-terhadap-anak.pdf">Selengkapnya klik di : Kekerasan terhadap anak</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/makalah/kekerasan-terhadap-anak.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab-sebab Kecemasan yang dialami Ibu Hamil</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-kognitif/sebab-sebab-kecemasan-yang-dialami-ibu-hamil.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-kognitif/sebab-sebab-kecemasan-yang-dialami-ibu-hamil.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 14:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Psikologi Kognitif]]></category>

		<category><![CDATA[anxiety]]></category>

		<category><![CDATA[fisiologis]]></category>

		<category><![CDATA[kecemasan]]></category>

		<category><![CDATA[psikologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kehamilan dapat dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester 1, trimester 2, dan trimester 3, pada tiap trimester tersebut wanita hamil akan mengalami perubahan-perubahan fisik. Perubahan fisik tersebut dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan terhadap perubahan fisik pada trimester 1 yaitu mual-mual, muntah-muntah, pusing, cepat lelah dan capek. Sedangkan perubahan psikologisnya adalah wanita hamil mudah marah, mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Kehamilan dapat dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester 1, trimester 2, dan trimester 3, pada tiap trimester tersebut wanita hamil akan mengalami perubahan-perubahan fisik. Perubahan fisik tersebut dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan terhadap perubahan fisik pada trimester 1 yaitu mual-mual, muntah-muntah, pusing, cepat lelah dan capek. Sedangkan perubahan psikologisnya adalah wanita hamil mudah marah, mudah tersinggung, dan sebagainya pada trimester 1 wanita hamil lebih cemas dan takut akan keguguran. Hal ini dikarenakan pada fase ini perkembangan bayi belum terlihat jelas dan lemah.<span id="more-148"></span></p>
<p>Pada trimester ke-2 ibu hamil biasanya sudah bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada trimester 1. Ibu hamil pada trimester ke-2 mulai merasakan adanya gerakan janin di dalam perutnya. Apabila wanita hamil tidak dapat merasakan gerakan-gerakan bayi dalam kandungannya maka akan muncul kecemasana. Kecemasan ini berasal dari ketakutan ibu hamil akan berkembangnya janin yang ada di dalam perutnya. Apakah bayi yang ada di dalam kandungannya masih hidup atau mengalami suatu gangguan. Pada wajah ibu hamil juga akan muncul bercak kecoklatan pada kulit hidung dan pipi. Wanita hamil yang selalu memperhatikan kecantikan wajahnya akan merasa cemas dengan kecantikannya.</p>
<p><a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2011/07/sebab-sebab-kecemasan-ibu-hamil.pdf">Selengkapnya dapat di klik di sebab-sebab kecemasan ibu hamil</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-kognitif/sebab-sebab-kecemasan-yang-dialami-ibu-hamil.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-jenis Kecemasan Pada Ibu Hamil</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-kepribadian/jenis-jenis-kecemasan-pada-ibu-hamil.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-kepribadian/jenis-jenis-kecemasan-pada-ibu-hamil.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 14:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Kepribadian]]></category>

		<category><![CDATA[jenis]]></category>

		<category><![CDATA[kecemasan]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<category><![CDATA[Sigmund Freud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[ 
Ada tiga klasifikasi jenis kecemasan yaitu klasifikasi menurut sumber kecemasan, klasifikasi berdasarkan lamanya sifat itu menetap, klasifikasi berdasarkan dampak kecemasan. Klasifikasi berdasarkan sumber kecemasan yaitu: kecemasan realitas, kecemasan neurotis, kecemasan moral (Hall, S, Calvin, 1993)
a. Kecemasan Menurut Sumber Kecemasan
Klasifikasi jenis ini merupakan varian dari kecemasan yang muncul dikarenakan ada bahaya yang mengancam. Freud mengemukakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} --> <!--[endif]--></p>
<p>Ada tiga klasifikasi jenis kecemasan yaitu klasifikasi menurut sumber kecemasan, klasifikasi berdasarkan lamanya sifat itu menetap, klasifikasi berdasarkan dampak kecemasan. Klasifikasi berdasarkan sumber kecemasan yaitu: kecemasan realitas, kecemasan neurotis, kecemasan moral (Hall, S, Calvin, 1993)</p>
<p><strong>a. Kecemasan Menurut Sumber Kecemasan</strong></p>
<p>Klasifikasi jenis ini merupakan varian dari kecemasan yang muncul dikarenakan ada bahaya yang mengancam. Freud mengemukakan tiga klasifikasi kecemasan yaitu:</p>
<p>1.      Kecemasan Realitas</p>
<p>Kecemasan ini merupakan kecemasan atau rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar, seperti banjir, gempa, runtuhnya gedung-gedung. Kecemasan realitas ini merupakan yang paling pokok, karena kedua kecemasan yang lain, kecemasan neurotis dan moral berasal dari kecemasan yang realistis ini.<span id="more-142"></span></p>
<p>Kecemasan realitas yang dialami oleh ibu hamil adalah takut mati, trauma kelahiran, perasaan bersalah atau berdosa, dan sebagainya. Hal ini didasarkan (Kartono, 1992) bahwa kelahiran merupakan suatu fenomena fisiologis yang normal tetapi hal itu tidak terlepas dari resiko dan bahaya kematian. Takut mati adalah takut anaknya mati maupun diri ibu itu sendiri ketika melahirkan. Trauma kelahiran dapat menimbulkan kecemasan dikarenakan ibu hamil mempercayai cerita-cerita tentang sakitnya melahirkan anak. Rasa takut yang berlebihan inilah yang menimbulkan traumatis terjadi.</p>
<p><a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2011/07/jenis-jenis-kecemasan-pada-ibu-hamil.pdf">Selengkapnya klik di Jenis-jenis kecemasan pada ibu hamil</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-kepribadian/jenis-jenis-kecemasan-pada-ibu-hamil.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasan tentang Persepsi</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/bahasan-tentang-persepsi.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/bahasan-tentang-persepsi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 04:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>

		<category><![CDATA[otak]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<category><![CDATA[persepsi]]></category>

		<category><![CDATA[respon]]></category>

		<category><![CDATA[stimulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Menurut De Vito (1997:75), persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita. Gulo (1982:207) mendefinisikan persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Rakhmat (1994:51) menyatakan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut De Vito (1997:75), persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita. Gulo (1982:207) mendefinisikan persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya. Rakhmat (1994:51) menyatakan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dan menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.</p>
<p>Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah integrasi sensasi, integrasi dari pengalaman yang ditimbulkan oleh stimulus sederhana. Bila dikaitkan dengan proses sensorik khususnya pada tingkat biologis, proses persepsi adalah proses perseptual, proses yang berkaitan dengan sistem saraf pusat, dimana terjadi pengolahan informasi terhadap stimulus yang terseleksi dengan sadar yang masuk melalui proses sensorik.</p>
<p>Proses pertama dalam persepsi yaitu menerima rangsangan atau stimulus dari berbagai sumber. Kebanyakan stimulus diterima melalui alat/panca indera. Sebelum stimulus terintegrasi menghasilkan persepsi, pada saat pengolahan informasi terdapat seleksi stimulus secara sadar. Berbagai stimulus yang diterima oleh indera tidak semuanya masuk dalam kesadaran. Proses kita memilih stimulus yang akan mendapat perhatian tersebut disebut <em>atensi selektif</em>. Atensi dibedakan atas: (1). fokus dan margin; (2). melihat selektif; (3). mendengar selektif; (4). pemilihan awal dan lambat; (5). menggabungkan ciri.</p>
<p>Atensi yang bersifat fokus adalah atensi terhadap apa yang jelas kita alami atau rasakan. Sedangkan margin adalah stimulus yang terabaikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/bahasan-tentang-persepsi.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BERPIKIR (THINKING)</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/berpikir-thinking.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/berpikir-thinking.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 14:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>

		<category><![CDATA[berpikir]]></category>

		<category><![CDATA[fisiologis]]></category>

		<category><![CDATA[Floyd L. Ruch]]></category>

		<category><![CDATA[Morgan]]></category>

		<category><![CDATA[otak]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<category><![CDATA[Piaget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. &#8220;Berpikir&#8221; mencakup banyak aktivitas mental. Kita berpikir saat memutuskan barang apa yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. &#8220;Berpikir&#8221; mencakup banyak aktivitas mental. Kita berpikir saat memutuskan barang apa yang akan kita beli di toko. Kita berpikir saat melamun sambil menunggu kuliah pengantar psikologi dimulai. Kita berpikir saat mencoba memecahkan ujian yang diberikan di kelas. Kita berpikir saat menulis artikel, menulis makalah, menulis surat, membaca buku, membaca koran, merencanakan liburan, atau mengkhawatirkan suatu persahabatan yang terganggu.</p>
<p>Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak.  Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Memikirkan sesuatu berarti mengarahkan diri pada obyek tertentu, menyadari secara aktif dan menghadirkannya dalam pikiran kemudian mempunyai wawasan tentang obyek tersebut.<span id="more-123"></span></p>
<p>Berpikir juga berarti berjerih-payah secara mental untuk memahami sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Dalam berpikir juga termuat kegiatan meragukan dan memastikan, merancang, menghitung, mengukur, mengevaluasi, membandingkan, menggolongkan, memilah-milah atau membedakan, menghubungkan, menafsirkan, melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada, membuat analisis dan sintesis menalar atau menarik kesimpulan dari premis-premis yang ada, menimbang, dan memutuskan.</p>
<p>Lebih lengkapnya klik di artikel <a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/thinking.pdf">BERPIKIR</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/berpikir-thinking.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hubungan Interpersonal</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/hubungan-interpersonal.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/hubungan-interpersonal.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 12:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>

		<category><![CDATA[Charles R. Berger]]></category>

		<category><![CDATA[hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[interperonal]]></category>

		<category><![CDATA[Kelley]]></category>

		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>

		<category><![CDATA[Thibault]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship.
Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan <em>content</em> melainkan juga menentukan <em>relationship</em>.</p>
<p>Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.<span id="more-120"></span></p>
<p>Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai hubungan interpersonal, yaitu:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Model Pertukaran Sosial</strong></p>
<p>Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. <strong>Thibault</strong> dan <strong>Kelley</strong>, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: &#8220;<em>Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya</em>&#8220;.</p>
<p>Selengkapnya klik di <a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/hubinterpersonal.pdf">&#8220;Hubungan Interpersonal&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/hubungan-interpersonal.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dinamika Perkembangan: Pertumbuhan, Kematangan, dan Pembelajaran</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-perkembangan/dinamika-perkembangan-pertumbuhan-kematangan-dan-pembelajaran.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-perkembangan/dinamika-perkembangan-pertumbuhan-kematangan-dan-pembelajaran.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 07:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[dewasa]]></category>

		<category><![CDATA[epigentic]]></category>

		<category><![CDATA[masa kanak-kanak]]></category>

		<category><![CDATA[Metode Penelitian]]></category>

		<category><![CDATA[observasi]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan mental dalam psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan perilaku manusia dari awal sampai akhir (mati).
Pelajaran siklus hidup yang luas hanya ada baru-baru ini dimunculkan sebagai pengejaran dari penelitian ilmiah, terutama dalam perbandingan pada penyelidikan dari masa anak-anak dan para remaja, yang mana mereka menjadi pusat perhatian buku-buku ilmiaH. Alasan ketidaklancaran hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan mental dalam psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan perilaku manusia dari awal sampai akhir (mati).</p>
<p>Pelajaran siklus hidup yang luas hanya ada baru-baru ini dimunculkan sebagai pengejaran dari penelitian ilmiah, terutama dalam perbandingan pada penyelidikan dari masa anak-anak dan para remaja, yang mana mereka menjadi pusat perhatian buku-buku ilmiaH. Alasan ketidaklancaran hal ini adalah: Pertama, harapan hidup pada masa lampau relative rendah. Kedua, harapan hidup yang relative rendah itu mengasumsikan bahwa masa dewasa adalah masa-masa yang mudah dipahami daripada pengalaman masa anak-anak. Jadi masa dewasa diamati sebagai produk akhir yang lebih baik sebagai lanjutan dari pengembangan seseorang. Ketiga, masa bayi, anak-anak, dan remaja menyajikan para peneliti dengan nyata dan dengan perubahan yang dapat dilihat ─khususnya : fisik, mental, dan perbadaan personal─ untuk dipelajari.<span id="more-115"></span></p>
<p>Penambahan populasi orang dewasa menarik perhatian para peneliti dalam  sekejap mata, demografis menunjukkan adanya individu yanglebih banyak di tingkat dewasa daripada di tingkat lainnya. Kira-kira 61% dari popuasi adalah antara usia 18-24 tahun dan usia tengah atau median adalah 30,6 tahun, lainnya 11,6% adalah usia 65 tahun keatas. Ini menunjukkan satu dari segmen pertumbuhan populasi tercepat di U.S. Bureau pada sensus 1992. Grafik 1.1 menunjukkan  presentase populasi di U.S. Bureau.</p>
<p><a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/10/sekilas-tentang-perkembangan-mental-psikologi.pdf">Baca selengkapnya&#8230;&#8230;.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-perkembangan/dinamika-perkembangan-pertumbuhan-kematangan-dan-pembelajaran.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan periode awal masa kanak-kanak</title>
		<link>http://psikologi.or.id/psikologi-perkembangan/perkembangan-periode-awal-masa-kanak-kanak.htm</link>
		<comments>http://psikologi.or.id/psikologi-perkembangan/perkembangan-periode-awal-masa-kanak-kanak.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 02:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[fisik]]></category>

		<category><![CDATA[fisiologis]]></category>

		<category><![CDATA[masa kanak-kanak]]></category>

		<category><![CDATA[pdf]]></category>

		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[psikologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://psikologi.or.id/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai saat anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk perempuan dan empat belas tahun untuk laki-laki. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut remaja.
Pada saat ini, secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak harus dibagi lagi menjadi dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai saat anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk perempuan dan empat belas tahun untuk laki-laki. Setelah anak matang secara seksual, maka ia disebut <strong>remaja</strong><em>.</em></p>
<p>Pada saat ini, secara luas diketahui bahwa masa kanak-kanak harus dibagi lagi menjadi dua periode yang berbeda yaitu:</p>
<ul type="disc">
<li>Periode      awal masa kanak-kanak, yang berlangsung dari usia dua sampai enam tahun.</li>
<li>Periode      akhir masa kanak-kanak, yang berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba      saatnya anak matang secara seksual.<span id="more-92"></span></li>
</ul>
<p>Salah satu ciri tertentu masa bayi merupakan ciri khas yang membedakannya dengan periode-periode lain dalam rentang kehidupan, demikian pula halnya dengan ciri tertentu dari periode awal masa kanak-kanak. Ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi.</p>
<p>Download file selengkapnya <a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/10/awal-masa-kanak21.pdf">&#8220;Periode awal masa kanak-kanak&#8221;</a><a href="http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/10/awal-masa-kanak2.pdf"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://psikologi.or.id/psikologi-perkembangan/perkembangan-periode-awal-masa-kanak-kanak.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

